Sejarah Asal Usul Ikan Mas Koki




Sejarah Ikan Mas Koki
Pemeliharaan ikan mas dimulai di Cina Kuno sejak ribuan tahun lalu. Beberapa spesies ikan mas (secara umum dikenal sebagai "ikan mas Asia") mulai didomestikasi dipelihara sebagai sumber pangan melalui akuakultur. Secara alami di alam, ikan-ikan ini berwarna kelabu atau perak, akan tetapi beberapa jenis memiliki kecenderungan untuk mengalami mutasi warna dengan menghasilkan warna merah, jingga, atau kuning. Fenomena ini pertama kali dicatat pada periode Dinasti Jin (265–420).
Ikan Mas Koki
Ikan Mas Koki


Baca Juga :

A drawing in brown ink on an ocher background. A rectangular glass aquarium tank sits on a wooden stand with carved, curled legs, and contains two fish as well as plants with wavy grass-like leaves.
Akuarium di Eropa pada tahun 1850-an yang menampung ikan mas di antara ikan-ikan air dingin lain.
Pada masa Dinasti Tang (618–907), kebiasaan dan tren memelihara ikan mas sebagai ikan hias di kolam dan taman air menjadi populer. Mutasi genetik pada ikan mas yang didomestikasi manusia menghasilkan warna emas (tepatnya jingga kekuningan), sedangkan di alam ikan ini biasanya hanya menampilkan warna kelabu-perak. Hal ini terjadi karena di alam bebas, mutasi yang menghasilkan warna kuning-jingga ini jarang muncul, karena ikan dengan warna mencolok seperti ini mudah diburu pemangsa; ikan dengan kamuflase sesuai alamnyalah yang bertahan hidup. Orang Cina mulai membiakkan dan membudidayakan varietas ikan berwarna emas daripada ikan yang berwarna keperakan, memeliharanya di kolam daripada membiarkannya di sungai atau danau. Pada kesempatan khusus ketika akan menerima kunjungan tamu, ikan mas ini dipindahkan dari kolam ke dalam wadah yang lebih kecil agar dapat dipamerkan kepada tamu.

Pada masa Dinasti Song (960–1279), upaya domestikasi ikan mas telah mantap. Pada 1162, seorang ratu Dinasti Song memerintahkan pembangunan kolam-kolam untuk mengumpulkan ikan mas varietas berwarna merah dan kuning. Pada kala itu masyarakat umum di luar keluarga kerajaan dilarang untuk memelihara ikan mas dari varietas warna emas (kuning), karena warna kuning adalah warna kekaisaran Cina. Mungkin karena hal inilah kini lebih banyak terdapat ikan mas warna jingga dan merah ketimbang warna kuning, meskipun sebenarnya secara genetik ikan mas warna kuning lebih mudah dibiakkan.

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), ikan mas hias mulai dipelihara dalam ruangan, hal ini mengarah kepada seleksi mutasi genetik yang menyebabkan beberapa varietas ikan ini tidak dapat bertahan hidup di kolam luar ruang. Munculnya warna lain (selain warna merah dan emas) pertama kali dicatat pada 1276. Kemunculan ikan pertama berekor ganda yang indah pertama kali dicatat pada masa Dinasti Ming. Pada tahun 1603, ikan mas hias diperkenalkan ke Jepang, di mana varietas Ryukin dan Tosakin dikembangkan. Pada 1611, ikan mas hias diperkenalkan ke Portugal dan dari sana menyebar ke bagian-nagian lain di Eropa.

Pada tahun 1620-an, ikan mas hias disukai dan dianggap bergengsi di Eropa karena sisik kuning metaliknya bagai emas yang melambangkan keberuntungan. Pada saat itu adalah menjadi tradisi bagi seorang suami untuk memberikan hadiah ikan mas hias pada ulang tahun perkawinannya yang pertama, sebagai lambang kemakmuran pada tahun-tahun kebersamaan mendatang. Tradisi ini kemudian menghilang akibat ikan mas hias kian murah dan mudah didapatkan, sehingga kehilangan status dan gengsinya. Ikan mas hias mulai diperkenalkan ke Amerika Utara sekitar tahun 1850 dan segera populer di Amerika Serikat.

Spesies kerabat
A pale silvery and brownish fish, facing left
Ikan karper prusia (Carassius auratus gibelio) liar
A golden colored fish with silvery highlights, facing right
Ikan karper krusia (Carassius carassius) liar
Di Cina, ikan mas dibiakkan dari ikan karper prusia (Carassius auratus gibelio), dan secara genetik merupakan kerabat terdekat ikan mas yang masih liar di alam bebas. Sebelumnya ada pendapat bahwa ikan karper krusia (Carassius carassius) sebagai versi liar dari ikan mas. Akan tetapi keduanya berbeda dalam beberapa hal, misalnya moncong C. auratus lebih mancung, sementara moncong C. carassius lebih membulat. C. gibelio sering kali berwarna kelabu kehijauan, sementara karper krusia selalu berwarna perunggu keemasan. Jika anakan karper krusia memiliki bintik hitam pada pangkal ekor yang akan menghilang seiring bertambahnya usia, pada C. auratus bintik ekor ini tidak pernah muncul. C. auratus memiliki kurang dari 31 sisik sepanjang bentangan garis lateral tubuh, sementara karper krusia memiliki 33 sisik atau lebih. Di alam, C. auratus gibelio berwarna hijau zaitun. Diperkenalkannya ikan mas ke alam dapat menimbulkan masalah bagi spesies asli. Ikan mas dapat kawin silang dengan beberapa spesies ikan karper. Dalam tiga generasi pemijahan, umumnya mayoritas keturunan hibrida beralih kembali berwarna hijau zaitun. Mutasi yang memunculkan jenis lain ikan mas domestik juga terjadi pada spesies siprinide lain, misalnya ikan karper biasa dan ikan tench. Koi juga mungkin kawin-mawin dengan ikan mas menghasilkan ikan hibrida yang steril (mandul).

Ada banyak varietas ikan mas domestik. Ikan hias kemungkinan besar sulit bertahan hidup di alam liar akibat warna-warninya yang cerah dan siripnya yang panjang; akan tetapi varietas lainnya yang lebih tahan seperti Shubunkin dan Komet dapat bertahan cukup lama hingga dapat kawin dengan kerabatnya. Varietas ikan mas biasa dan Komet dapat bertahan hidup, bahkan berkembang biak di iklim dan lingkungan kolam.

Biologi
Ukuran
Per April 2008, ikan mas hias terbesar di dunia menurut BBC berukuran 19 inches (48 cm), dan dipelihara di Belanda. Pada suatu waktu ikan mas hias bernama "Goldie", dipelihara di sebuah akuarium di Folkestone, Inggris, berukuran panjang 15 inches (38 cm) dan berat lebih dari 2 pounds (0.91 kg), adalah ikan mas hias terbesar kedua di dunia setelah ikan mas dari Belanda. Ketua federasi masyarakat pecinta satwa akuatik Inggris (the Federation of British Aquatic Societies/FBAS) menyatakan mengenai ukuran Goldie "Saya pikir mungkin ada beberapa ikan yang lebih besar yang tidak dianggap sebagai pemegang rekor, mungkin di danau atau kolam hias". Pada Juli 2010, seekor ikan mas berukuran 16 inches (41 cm) dan berat 5 pounds (2.3 kg) ditangkap di sebuah kolam di Poole, Inggris, mungkin dibuang oleh pemiliknya karena telah tumbuh terlalu besar dari akuariumnya.

Pakan
On a blue background, two large light red wafers at the upper left, a light gray compressed cube at the upper right, small brown pellets at the middle left, and, at the middle right and bottom, various yellow-green and red flakes
Aneka jenis pakan ikan
Lihat pula: Pakan ikan
Di alam liar, ikan mas memangsa krustasea, serangga, dan berbagai jenis tumbuhan air. Seperti kebanyakan ikan, mereka adalah pemangsa oportunistik yang terus-menerus makan. Mereka tidak dapat secara sadar sengaja berhenti makan. Memberi makan berlebihan dapat membahayakan kesehatan ikan ini, seperti menyumbat ususnya. Hal ini biasanya terjadi pada ikan mas hias hasil pembiakan yang yang memiliki saluran pencernaan yang berbelit-belit. Jika makanan tersedia melimpah ruah, mereka akan memakan semuanya dan menghasilkan kotoran yang cukup banyak. Hal ini umumnya karena ketidaksempurnaan ikan mas dalam mencerna protein. Pemberian makan berlebihan dapat didiagnosa melalui meneliti panjangnya kotoran yang keluar dari kloaka ikan.

Makanan khusus ikan mas mengandung lebih sedikit protein dan lebih banyak karbohidrat daripada pakan ikan umumnya. Jenis makanan ini dijual dalam bentuk kepingan yang mengambang, dan pelet yang tenggelam. Peminat ikan mas dapat menambahkan variasi makanan berupa kacang polong hijau yang sudah dikupas kulit arinya, sayuran yang disiram air panas, atau jentik nyamuk. Anakan ikan mas dapat diberi makanan udang kecil.

Penglihatan
Daya penglihatan ikan mas adalah bidang yang paling banyak dipelajari dalam studi mengenai penglihatan ikan. Ikan mas bahkan memiliki kemampuan melihat warna lebih baik daripada manusia. Ikan mas memiliki empat macam sel kerucut penerima cahaya, yang masing-masing peka terhadap warna yang berbeda: merah, hijau, biru, dan ultraviolet. Kemampuan untuk membedakan empat warna primer menjadikan ikan mas sebagai hewan tetrakromatik.

Varietas
Pembiakan selektif selama berabad-abad telah menghasilkan beberapa warna. Beberapa varietas berwarna sudah demikian berbeda jauh dari warna keemasan dari ikan leluhur aslinya. Terdapat pula perbedaan dalam bentuk tubuh, sirip, dan konfigurasi mata. Beberapa varietas ekstrem hanya dapat bertahan hidup jika dipelihara di dalam akuarium, karena mereka lebih rapuh daripada varietas yang masih dekat dengan leluhurnya yang berasal dari ikan liar. Akan tetapi beberapa varietas lebih tangguh, misalnya varietas Shubunkin. Kini, terdapat sekitar 300 ras (varietas) ikan mas hias di Cina. Kebanyakan ras ikan mas yang ada kini dibiakkan dan berasal dari Cina, sementara beberapa varietas dikembangkan di Jepang. Di Indonesia, varietas ikan mas hias berekor ganda dan bertubuh bulat disebut ikan mas koki atau maskoki. Beberapa varietas antara lain:






Ikan Mas Koki

JudulSejarah Asal Usul Ikan Mas Koki
Linkhttp://sasystem.blogspot.com
Addreshttp://sasystem.blogspot.com/search/label/ikan mas koki
DeskripsiSejarah Asal Usul Ikan Mas Koki 
Author
Author Rating
1 / 100 dari 100 Ulasan : Ikan Hias


4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Hi Selamat pagi guys, Masih Bingung Dan Ragu Pilih Agen Poker & DominoQQ Yang Terpercaya?
    PIN BB : D61E3506
    Whatsapp : +85598249684
    L ine : Sinidomino
    dewa poker

    BalasHapus
  3. Hi Selamat pagi guys, Masih Bingung Dan Ragu Pilih Agen Poker & DominoQQ Yang Terpercaya?
    PIN BB : D61E3506
    Whatsapp : +85598249684
    L ine : Sinidomino
    raja poker

    BalasHapus

Ikan Mas Koki